Minggu, 03 Mei 2020

PEMERIKSAAN BORAKS PADA BAKSO DENGAN METODE KUALITATIF

MATA KULIAH: PENYEHATAN MAKANAN DAN MINUMAN-A
DOSEN PMA     : Khiki Purnawati Kasim SST, M.kes


                               LAPORAN
   PEMERIKSAAN BORAKS PADA BAKSO DENGAN METODE KUALITATIF


     
                            DI SUSUN OLEH:
                              RAHAYU SAID
                           PO714221181037
                            DIV TINGKAT IIA



            POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR
           JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
                               TAHUN 2020




A. Dasar teori
Banyak bahan kimia berbahaya yang biasanya digunakan untuk bahan industri yang digunakan sebagai bahan tambahan pada makanan misalnya, rhodamin B. formalin, methanil yellow, dan boraks. Namun yang paling berbahaya dan sering digunakan dan dijual bebas dimasyarakat adalah formalin dan boraks.
Boraks adalah senyawa kimia dengan nama Natrium Tetraborat (NaB,O.10 H:O). Boraks berbentuk kristal putih, tidak berbau dan stabil pada suhu ruangan. Boraks biasanya digunakan dalam pembuatan antiseptik dan deterjen. Mengkonsumsi boraks tidak menimbulkan akibat secara langsung, tetapi boraks akan menumpuk sedikit demi sedikit karena diserap dalam tubuh konsumen secara kumulatif (Tubagus et al, 2013).
Dampak buruk penggunaan boraks bagi kesehatan adalah iritasi saluran cerna yang ditandai dengan sakit sakit kepala, pusing, muntah, mual, diare, penyakit kulit yakni kemerahan pada kulit, diikuti dengan terkelupasnya kulit ari. Gejala lebih lanjut adalah badan menjadi lemah, kerusakan ginjal, pingsan, bahkan shock hingga kematian (Cahyadi, 2008).
Bakso atau baso adalah jenis produk pangan olahan yang berasal dari daging sapi, babi, maupun ayam yang dicampur dengan tepung. Bakso banyak dikonsumsi karena penyajiannya yang praktis dan mudah didapatkan diberbagai tempat seperti swalayan, pasar tradisional, dan warung bakso. Bakso dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang tua (Purnomo, 1998 dalam Widati et al, tanpa tahun). Oleh karena itu, pedagang bakso dapat dijumpai di mana- mana mulai dan pedagang bakso yang keliling dalam suatu kompleks perumahan hingga di mewah pun menu bakso bisa kita dapatkan. Dalam penyajiannya biasanya disajikan dengan mie atau bihun atau bahan pelengkap lainnya misalnya sayuran ditambah dengan kuah kaldu dari daging yang digunakan sebagai bahan dasar. Hal ini bertujuan agar satu mangkok bakso yang kita konsumsi bisa memenuhi keseimbangan gizi dalam tubuh seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
Sebagai makanan yang disukai oleh masyarakat pedagang membuat bakso dengan berbagai macam bentuk ada yang berbentuk bulat, kotak, halus, maupun kasar. Hal ini dilakukan untuk menarik minat masyarakat untuk mengkonsumsi bakso. Para pedagang biasanya memproduksi dalam jumlah yang banyak untuk menekan biaya produksi, sehingga bakso yang dibuat dapat disimpan dan tahan lama. Maka tidak jarang pedagang menambahkan bahan pengawet dalam bakso. Saat ini, banyak pedagang menggunakan bahan pengawet yang sudah dilarang penggunaanya. Salah satu bahan pengawet yang sering digunakan adalah boraks. Pemerintah telah melarang penggunaan boraks sebagai bahan tambahan makanan melalui Peraturan Menteri Kesehatan RI No,772/Menkes/Per/IX/88 dan No.1168/Menkes/Per/X/1999 (Cahyadi, 2008).
Adapun  ciiri-ciri bakso yang mengandung boraks yaitu lebih kenyal dibanding bakso tanpa boraks, bila digigit akan kembali ke bentuk semula, tahan lama dan awet beberapa hari, warnanya tampak lebih putih, bau terasa tidak alami ada bau lain yang muncul, dan bila dilemparkan ke lantai akan memantul seperti bola bekel.

B. Tujuan
Untuk mengetahui cara pemeriksaan boraks pada bakso dengan metode kualitatif

C. Alat dan bahan
Alat:
  • Tusuk gigi kayu
Bahan:
  • Kunyit basah
  • Sampel bakso

D. Prosedur kerja

  1. Terlebih dahulu siapkan alat dan bahan
  2. Ambil 2 tusuk gigi, 1 untuk pembanding sampel 1 untuk sampel bakso
  3. Tusukkan kedua tusuk gigi ke Kunyit basah 
  4. Setelah itu, tusuk gigi yang untuk sampel kita tusukkan ke sampel baksoD
  5. Diamankan selama 1 menitS
  6. Setelah didiamkan 1 menit, ambil tusuk gigi lalu bandingkan dengan pembanding sampel. 
  7. Jika sampel mengandung boraks ujung tusuk gigi akan berubah warna ke merah-merahan 

E. Pelaksanaan
Hari/tanggal : Minggu, 19 April 2020
Waktu            : 15.00 Wita
Tempat          : Tanahberu (rumah)
Jenis sampel: Bakso

F. Hasil
Berdasarkan  hasil pemeriksaan boraks pada bakso secara kualitatif didapatkan hasil negatif boraks.

G. Analisa hasil
Berdasarkan  hasil pemeriksaan boraks pada bakso secara kualitatif didapatkan hasil negatif boraks karena tidak adanya perubahan warna ke merah-merahan pada tusuk gigi sampel. Adapun ciri-ciri sampel bakso yang diperiksa yaitu tekstur empuk, warna bakso terlihat abu-abu segar merata di semua  bagian baik di pinggir maupun di tengah, bau bakso terasa alami, daya tahan lama bakso dalam 1 hari sudah berlendir.

H. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pemeriksaan boraks pada bakso dapat disimpulkan bahwa bakso tersebut negatif/tidak mengandung boraks sehingga aman untuk dikonsumsi. Adapun Peraturan Menteri Kesehatan RI No,772/Menkes/Per/IX/88 dan No.1168/Menkes/Per/X/1999 tentang larangan penggunaan boraks sebagai bahan tambahan makanan.



Lampiran